Selasa, 02 Desember 2014

Puisi Kita

SEMUSIM LALU
Coretan : Ambar Ayu Safitri
Satu musim lalu
Tepat dikayu hitam pekat ini
Englau riuhkan sudut-sudut sunyi
Dan entah pada detik mana
Retak-retak hati mulai kau rajut
Lalu kukenakan sekenanya

Ah, Kurindu kenangan itu
Saat suara tangis dan tawa membaui telinga kita
Hinga terlahir Isyarat
Jika rasa telah tersulam

Kini, Tepat dibangku hitam pekat ini
Senja akan mengungsi membawa indah Bayangmu
Lalu mengiyahkan tengara yang sama
“Aku akan selalu menyayangimu”

Pun sudut sunyiku mengamuk, perih