Jumat, 28 November 2014

Puisi Kita

JEJAK
Coretan Pena : Ambar Ayu Safitri

Embun menyukai jejakmu disaat melintasi jalan setapak

Rerumputan mendekap jejakmu seakan tetap terinjak, Seperti
Butiran air mata meninggalkan basah dibulu matamu, Bagaimana pun
Aku memunguti jejak itu, Menyimpannya sebagai sebuah rindu

Dalam sebuah sajak..

Kamis, 27 November 2014

Puisi Kita

Ku besar berkatmu yah
Karya : Iqbal Muhammad
Masa lalu yang kelam.
Ku terguncang di tengah lautan,
Bersama badai dan ombak-ombak.

Lautan dan daratan berpisah.
Ku tertetak menjerit

Hanya tangis yang pecah di batu.

Suara mendesah.

Kau sekarang sendiri yah,
Keringat bercucuran dibawah matahari yang memanggang raga rintihmu.
Namun semangatmu tetap berkobar

Kau ajari aku berlayar.
Sekarang aku sudah berlabuh di sebrang dunia.

Tunggu dan restuilah anakmu ini.///

Selasa, 25 November 2014

Puisi Kita

Kuberada dalam Radiusmu ibu
Karya:Iqbal Muhammad
Ku yang di jaga datu-datu
Cuma satu

Aku..
Terkikis hempasan ombak,
Terdampar di pinggir laut.

Saat terlahir, di dalam diriku..
Selalu di bawakan.

Ku bermain unggun bersama mereka,
Kau tanpa tau, ku tanpa izinku.
Tanda tanyamu muncul seakan-akankau tau segalanya

Kau adalah prajurit jaga malam.
Kemana ku pergi,kau terdetak.
Aku seperti selalu dalam pengawasanmu bu

Darahku kental dan melekat,aku yang tumpat pedat

Aku yang hanya isi tubuh,

Kau tetap membungkusku dengan rangkamu.///

Senin, 24 November 2014

Puisi Kita

Kau pejuang-Nya dan Pahlawanku
Karya: Iqbal Muhammad
Rawa-rawa dengan hukum rimba.
Tertindas sang rusa oleh sang buaya.
Tak ada kata pagi,taka ada kata senja.
Sampah tak dapat berubah jadi bejana

Kau datang membawa kabar gembira,
Dengan janji meniadakan tindasan.

Ku tau kau gak akan di terima dengan senang hati wahai Muhammadku
Tapi kau mengorbankan apa pun yang kau punya termasuk nyawa,
Demi kami yang terseret kebodohan zaman.

Kemenangan yang di janjikan oleh Allah menjadi semangat.
Kau rela besi runcing harus menembus pipimu.

Oh Muhammadku…
Rinduku padamu mengangkat alam sadarku.
Kau adalah pejuang-Nya, kau harus tau,kau juga pahlawanku.

Hipotesaku mengagungkanmu.
Bahkan langit yang luas dan bumi yang lebar,
Tunduk padamu dan mengagungkanmu dengan caranya sendiri.

Pahlawanku..

Kuharap kau memperjuangkanku di Akhirat kelak.///

Jumat, 21 November 2014

Puisi Kita

Menujuk Puncak Kontroversi
Karya:Iqbal Muhammad
Mungkin jarak otak dan hatiku cukup berjauhan.
Mungkin komunikasi otakku kurang terhadap hatiku.
Atau mungkin mereka belum pernah bertemu sama sekali
Sehingga jalan mereka tidak pernah searah dan saling berlawanan..

Otak, kau sangat cerdas dengan banyak mengingat sesuai kemampuan.
Tapi kau tak tahu mana itu hal baik,mana itu hal buruk.
Oh hatiku, kau sangat lembut dan tau mana baik,mana buruk.
Tapi kau tak cukup cerdas untuk melaksanakan hal baik itu..

Bingung..
Yak, mungkin istilah itu yang tepat untukku.
Ku kelilingi dunia mencari cara untuk mempertemukan mereak berdua.
Terkadang kutemukan caranya.
Tak lama cara itu kurang ampuh dan menyebabkan mereka saling membenci..

Tahun demi tahun..
Dosa demi dosa..

Kesamaan lokasi yang tak mengizinkan mereka bersama!
Sungguh ironi di atas ironi.

Hatiku sudah berjalan kea rah cahaya putih.
Otakku yang mengatur tubuh menuju kegelapan.
Sampai kapan…!!?
Sampai kapan…!!!?
Sampai kapan akan terus begini..?


Tubuhku yang terikat menuju puncak kontroversi..////

Senin, 17 November 2014

Puisi Kita

Mengapa
karya :Iqbal Muhammad
terdahulu tapi tetap tekini
sudah sembuh tapi masih terasa
kulupa tapi ku ingat

kau pada duniamu
aku yang terjebak dalam sandiwara ini

aku inginkan duniaku 
tapi kau rebut dariku

Oh Tuhan
mungkin kau bisa menjelaskan maksud dari ini

sampai ku tau mengapa aku begini 
aku akan tetap bertanya dan memohon padamu

ku hanya ingin 
luluhkan kerasnya hati dirinya

Rabu, 12 November 2014

Puisi Kita

Prostitusi Harapan
Karya:Iqbal Muhammad

Kumeratap buremnya burung camar
Ku mengigau dapat berenang di atas awan dengan senangnya
Dengan kemampuan otakku untuk mengingat
Kesenangan dalam bias-bias pikiran

Gembung kenangnan terus merambat dalam benak
Sundau gurau kita mencerca air kubangan
Tapak kaki melangkah dengan lincahnya

Aku lupa!!
Pandanganku..
Pikiranku..

Apa kalian melihatku begini?
Kosong terpaku menatap lautan luas itu?
Dengan hempasan para ombak yang tak pernah tau

Apa mungkin kita terus begini sampai kapanpun?
Kutau kesibukannya sangat memuncak dan paling tinggi
Aku hanya berharap yang tak pasti
Prostitusi harapanku telah terjadi

Dan kenangan biarlah menjadi harapan///

Selasa, 11 November 2014

Puisi Kita

Benih
Karya:Iqbal Muhammad

Aku yang berjalan pada malam
Menginjak tanah membekas tapak kaki
Dengan awan hitam membungkus bulan bersama sinar-sinarnya
Langit menangis ikut serta dalam masalahku

Benihpun kan tumbuh bersinar dan mekar
Prasaan yang kudentumkan menguak keluar dalam diriku
Kau semai layu dan indahku secara bergantian
Ku senang tapi kau tau ku sedih

Sedihku..
Bahagaku…
Langkah demi langkah..
Hari demi hari…

Apa semua ini hanya famorgana cinta?
Atau cinta sudah bermetamorfosis?

Bukan sekedar canda
Tapi juga fakta

Kutanamkan benihku
Kuharap kau siram dengan putihmu
Kau manfaatkan sinarku
Kau cium mekarku

Minggu, 09 November 2014

Puisi Kita

Sejuk
Karya: Iqbal Muhammad

Saat kecil, kulihat dan bermain denganmu
Dengan penuh keikhlasan.

Sejuk…
Nama yang membuat otakku selalu tengiang akan keromantisan singgasana hati..

Sejuk…
Mengingatkanku dalam nyanyian kita
Saat suara sumbangku menggema dalam hatimu..

Sejuk….
Perjuanganku saat meretas kerasnya hatimu
Takkan membodohiku untuk melepasmu

Apa kau lupa saat jari kecil dan mungilmu
Yang pada bagian kelingking itu menggenggam kelingkingku
Sambil mengucap janji manis?

Apa kau lupa dimana masih banyak wanita cantik dan aku tetap memilihmu?
Kerinduanku yang melihat gemerlap kasihmu…

Akankah itu tidak menjadi kenangan lagi ?
Atau

Akankah tetap terlukis dalam kanvas hitamku…?!

Puisi Kita

Embunku Nodaku

Karya: Iqbal Muhammad
Kemesraan bercinta dengan waktu
Bermasa pertama bersama kupu-kupu bercahaya
Tanpa ragu,tanpa memilah,tanpa memvonis
Apa kau tau rasa madu yang lengket dalam lidahku?

Sucinya bersama dalam status berdua yang berbeda
Berlalu bersunda gurau aku dan kau
Berlalu bersunda gurau aku dan dia
Tanpa keinginan aku,kau,dan dia dekat memetik sehelai daun

Keikhlasanku bernafas bersamamu dan kamu
Beningnya embunku yang berusaha menyempurnakan pagi
Aku selalu menjaga tiap tetes kemurniannya
Dengan sungguhku juga memohon bantuan

Kau acuhkan permohonanku dengan meracuni butiran-butiran air embunku
Kau linglungkan pikiranku dengan bagaimana membersihkannya
Hitammu mencoba memubunuh pagiku
Keikhlasanku kau coreng dengan warnamu

Embunku sudah kering terserap matahari dan menghitam
Nodaku membekas direlung hati

Embunku,nodaku.

Selasa, 04 November 2014

Puisi Kita

                                                Auratku
                                                                            Karya : Iqbal Muhammad
Malu…
Banggaku pada bagian pilar-pilar keheningan…
Bisikan mendesah mencari jalan,
Kiri baik, atau kanan buruk.

Keadaan dunia yang sudah bermetamorfosis
Membuat malu dan bangga beradu satu
Cinta tinggalah cinta
Tanpa makna, tanpa arti , dan tanpa pengaruh apapun

Teman-temanku yang selalu mengulurkan tangan
Mengajak dan mempengaruhi jalan pikiranku.
Aku yang seperti tersesat dan tidak bias membedakan
Mana kiri ,mana kanan,mana hitam , mana merah

Auratku seperti diperjualkan dan juga dapat ditawar
Auratku yang derajatnya setinggi angan-angan
Dapat terjatuh sewaktu-waktu tanpa disadari
Dapat terlepas dalam genggaman tangan terkuatku

Apa aku sebodoh itu memberikan derajat tertinggiku hanya untuk segepok uang…
Fatamorgana kesenangan itu hanyalah peniru
Sadarku dari pikranku

Auratku adalah Mahkotaku.

Senin, 03 November 2014

Puisi Kita

                                                                  penantian kasih

                                                                                karya : Boni Sophari

dikala kuberjalan dalam gelapnya
aku tidak melihatmu dengan kedua mataku
tapi aku bisa merasakan dengan hatiku

ketika kupeluk kau
bukan tubuhmu melainkan jiwamu
dalam diammu aku mendengar banyak suara
diammu berkata-kata

dan kau berjalan dalam sepimu
melangkah dalam langkah yang tak lagi tegak
jauh,dan jauhjarak yang harus kau tempuh meski gurun pasir kau lalui tanpabekal untuk mencapai asalmu dalam debu
tapi kau terus berjalan tanpa lelah menyerah

kau juga tak mau terdiamhingga menjadibutirannya yang kapan saja bisa habis terhembus oleh angin
walau terbata-bata di ujung jalan menanti kaktus yang berduri
tapi itu bukanlah untuk melukai...
melainkan ia menghasilkan bungaindah yang memang menunggu kehadiranmu
gersang tak selalu salah
ada khidupan jika bertahan
Penantian ini
perjuangan ini
akan kita nikmati bersama

Minggu, 02 November 2014

Puisi Kita

                                                                 Hujan Itu                                                                                                                                                          Karya : Iqbal Muhammad

Mungkin kata ini slalu sama
Mungkin  kata ini tak pernah beda
Mungkin kau tau bahwa aku selalu berada dalam naungan garis hitamku

Tapi ingatkah kau kawan…..
Angin yang berhembus itu, bukanlah dari lautan lepas tugas
Melainkan itu , bertujuan menyejukkan hatimu

Air yang menetes menentapkan keteguhan suasana keheningan yang berisik.
Apa kau tau, dalam keberisikan itu menyimpan sejuta makna yang hanya larut dalam hujan itu ?

Hanya kerinduan yang dapat melumat kerasnya suara-suara hujan itu
Semoga hujan kali ini membuat kita sesuci embun pagi

Bukan Cuma janji…
Tapi penuh arti,,.

Semoga kita sadar dengan derajat
Tunduk melihat cahaya langit
Lutut yang memaku bumi
Keegoisan tinggalah sebuah kenangan.