Sumpah
dan Demi Allah Hanyalah Tinggal Formalitas Masuk Kerja
Penulis
: M.Iqbal Fadillah
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah
yang paling sempurna dan manusia telah menjadi khalifah di muka bumi ini ,
sampai gunung dan langit pun tidak sanggup menanggung beban tersebut.
Ada pun riwayat pada zaman Nabi
Muhammad , seseorang haruslah berkata jujur terhadap semua makhluk Allah ,
termasuk kepada hewan sekalipun khususnya manusia. Terutama untuk menjadi
seorang pemimpin , dilarang baginya untuk berbohong sepatah kata atau pun
perbuatan, kecuali bohong itu diperlukan dan itu menyangkut nyawa seseorang.
Kita tinjau pada zaman akhir saat
ini , kejujuran hampir punah seiring berkembangnya zaman, kita lihat saja dalam
halnya seorang pemimpin atau pun calon pemimpin, saat sebelum mencalonkan
mereka berjanji , bahkan dengan mengubur dalam-dalam harga diri sebagai umat
muslim utnuk mengatakan sumpah bahwasannya jika mereka terpilih , mereka akan
melakukan sesuai dengan apa yang mereka janjikan , akan tetapi nyatanya
berbanding terbalik , para wakil-wakil rakyat khususnya , mereka bukan hanya
tidak menepati janji mereka melainkan mereka melupakan kepada siapa dia
berjanji saat mencalonkan diri .
Sama halnya dengan pemimpin ,
sebelum mereka di lantik dalam untuk dinobatkan jabatan yang tinggi , mereka
disuruh bersumpah dan mengucapkan demi Allah serta menaruh Al-Quran di atas
kepala tanda berjanji bukan hanya terhadap manusia , bahkan juga dengan Allah
swt, namun nyatanya, setelah mereka sudah di lantik , janji dan sumpah itu
hanyalah tinggal omongan saja , dan juga mereka sangat sengaja mengingkari
janji mereka , dan bahkan ada yang memang bertujuan berjanji hanya untuk
memperdayakan masyarakat saja.
Manusia pada zaman akhir seperti ini
mengucapkan sumpah hanya untuk berbisnis , bukan sebagai tanggung jawab
terhadap Allah , dan mereka sungguh sangat tidak takut kepada Allah , manusia
akan menyesal jika berbohong ,khususnya berbohong kepada Allah . kalimat demi
Allah adalah salah satu bentuk dari martabat kita sebagai umat musllim , jika
kita merendahkan kata seperti itu , dengan kata lain , kita merendahkan
martabat kita sendiri sebagai umat muslim.
Dalam kemelut kesibukan manusia di
zaman sekarang ini , membuat sifat manusia berubah dan tidak perduli dengan nasib
orang lain , asalkan nasibnya sudah baik , cukup , selamat , itu dah cukup ,
kepentingan orang lain tidak perlu diperhatikan , jika pun kita membantunya ,
belum tentu dia membantu kita saat kita sedang kesusahan , begitulah kira-kira
gambaran acuh tak acuh .
Sebelum kita melanggar sumpah
khususnya kita sengaja dalam melakukannya , sebaiknya berfikir lah dahulu
,karen Allah sangat tidak suka. Seperti kata Allah dalam firmannya :
Allah berfirman,
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ
يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak
dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah
yang kamu sengaja.” (Q.s. Al-Maidah: 89)
Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah
sangat tidak suka dan akan menghukum orang yang mempermainkan sumpah. Akan
tetapi jika kita melanggarnya dengan tidak sengaja ataupun lupa maka Allah maha
pengampun , seperti yang tertera dalam hadis Rasulullah :
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
“Sesungguhnya Allah menghapuskan (kesalahan) dari umatku, (yang
dilakukan) karena tidak sengaja, lupa, atau terpaksa.” (HR. Ibn Majah dan
dishahihkanal-Albani)
Bertaubatlah kepada Allah , sungguh
, dunia hanyalah tempat sementara kita dan akhiratlah tempat abadi kita ,
perbanyak amal perbuatan yang baik , karena itu akan menuntunmu kedalam cahaya
kebenaran menuju ridho dan surga-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar