Senin, 12 Mei 2014

artikel islam



Sumpah dan Demi Allah Hanyalah Tinggal Formalitas Masuk Kerja
                        Penulis : M.Iqbal Fadillah
            Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan manusia telah menjadi khalifah di muka bumi ini , sampai gunung dan langit pun tidak sanggup menanggung beban tersebut.
            Ada pun riwayat pada zaman Nabi Muhammad , seseorang haruslah berkata jujur terhadap semua makhluk Allah , termasuk kepada hewan sekalipun khususnya manusia. Terutama untuk menjadi seorang pemimpin , dilarang baginya untuk berbohong sepatah kata atau pun perbuatan, kecuali bohong itu diperlukan dan itu menyangkut nyawa seseorang.
            Kita tinjau pada zaman akhir saat ini , kejujuran hampir punah seiring berkembangnya zaman, kita lihat saja dalam halnya seorang pemimpin atau pun calon pemimpin, saat sebelum mencalonkan mereka berjanji , bahkan dengan mengubur dalam-dalam harga diri sebagai umat muslim utnuk mengatakan sumpah bahwasannya jika mereka terpilih , mereka akan melakukan sesuai dengan apa yang mereka janjikan , akan tetapi nyatanya berbanding terbalik , para wakil-wakil rakyat khususnya , mereka bukan hanya tidak menepati janji mereka melainkan mereka melupakan kepada siapa dia berjanji saat mencalonkan diri .
            Sama halnya dengan pemimpin , sebelum mereka di lantik dalam untuk dinobatkan jabatan yang tinggi , mereka disuruh bersumpah dan mengucapkan demi Allah serta menaruh Al-Quran di atas kepala tanda berjanji bukan hanya terhadap manusia , bahkan juga dengan Allah swt, namun nyatanya, setelah mereka sudah di lantik , janji dan sumpah itu hanyalah tinggal omongan saja , dan juga mereka sangat sengaja mengingkari janji mereka , dan bahkan ada yang memang bertujuan berjanji hanya untuk memperdayakan masyarakat saja.
            Manusia pada zaman akhir seperti ini mengucapkan sumpah hanya untuk berbisnis , bukan sebagai tanggung jawab terhadap Allah , dan mereka sungguh sangat tidak takut kepada Allah , manusia akan menyesal jika berbohong ,khususnya berbohong kepada Allah . kalimat demi Allah adalah salah satu bentuk dari martabat kita sebagai umat musllim , jika kita merendahkan kata seperti itu , dengan kata lain , kita merendahkan martabat kita sendiri sebagai umat muslim.
            Dalam kemelut kesibukan manusia di zaman sekarang ini , membuat sifat manusia berubah dan tidak perduli dengan nasib orang lain , asalkan nasibnya sudah baik , cukup , selamat , itu dah cukup , kepentingan orang lain tidak perlu diperhatikan , jika pun kita membantunya , belum tentu dia membantu kita saat kita sedang kesusahan , begitulah kira-kira gambaran acuh tak acuh .
            Sebelum kita melanggar sumpah khususnya kita sengaja dalam melakukannya , sebaiknya berfikir lah dahulu ,karen Allah sangat tidak suka. Seperti kata Allah dalam firmannya :
Allah berfirman,
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja.” (Q.s. Al-Maidah: 89)
            Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah sangat tidak suka dan akan menghukum orang yang mempermainkan sumpah. Akan tetapi jika kita melanggarnya dengan tidak sengaja ataupun lupa maka Allah maha pengampun , seperti yang tertera dalam hadis Rasulullah :
sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إن الله وضع عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه
“Sesungguhnya Allah menghapuskan (kesalahan) dari umatku, (yang dilakukan) karena tidak sengaja, lupa, atau terpaksa.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkanal-Albani)
            Bertaubatlah kepada Allah , sungguh , dunia hanyalah tempat sementara kita dan akhiratlah tempat abadi kita , perbanyak amal perbuatan yang baik , karena itu akan menuntunmu kedalam cahaya kebenaran menuju ridho dan surga-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar