Auratku
Karya
: Iqbal Muhammad
Malu…
Banggaku pada bagian pilar-pilar keheningan…
Bisikan mendesah mencari jalan,
Kiri baik, atau kanan buruk.
Keadaan dunia yang sudah bermetamorfosis
Membuat malu dan bangga beradu satu
Cinta tinggalah cinta
Tanpa makna, tanpa arti , dan tanpa pengaruh apapun
Teman-temanku yang selalu mengulurkan tangan
Mengajak dan mempengaruhi jalan pikiranku.
Aku yang seperti tersesat dan tidak bias membedakan
Mana kiri ,mana kanan,mana hitam , mana merah
Auratku seperti diperjualkan dan juga dapat ditawar
Auratku yang derajatnya setinggi angan-angan
Dapat terjatuh sewaktu-waktu tanpa disadari
Dapat terlepas dalam genggaman tangan terkuatku
Apa aku sebodoh itu memberikan derajat tertinggiku
hanya untuk segepok uang…
Fatamorgana kesenangan itu hanyalah peniru
Sadarku dari pikranku
Auratku adalah Mahkotaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar